Minggu, 30 Mei 2010

Dua Baris Dalam Sajak “Bambu Jepang” Ajip Rosidi

Nurel Javissyarqi
http://www.sastra-indonesia.com/

BAMBU JEPANG

Tahun lalu di halaman kutanam bambu serumpun
Sekarang tumbuh dalam hatiku daunnya merimbun
***

I
Pohon bambu depan rumah mengusik hatiku setiap waktu. Ketika malam tiba, dedaunannya berbisik ke telinga.

Kecupan mungil ke leher jenjang anganku menyatu, entah apa diingini mendesahkan rindu menggebu.

Terus kupandangi keremangan di sela-sela cahaya, lelintangan sesekali menggoda meniupkan pujian.

Angin kencang menerpa, batangnya menari-nari semakin gemulai kaki-kaki menjejak kedalaman.

Jenjang meliuk pesonakan mataku tak ingin lena sekejapan. Memandang ikuti tari-tarian, kadang berpeluk rapat pula renggangkan nafas.

Bergelayutan angan nyata menuju pepucuk menjulang, menggapai purnama senandungkan hening pergolakan.

Tetangkai saling bersedekap mengulurkan kayungyung, berulang-ulang tiada bosan bermanja-manja bayangan.

Bercumbu mesra kehangatan, seakan angin dingin tak mampu menghalang. Memantul bergoyang sulur-sulur berkedip pandang.

Meremas keyakinan kendarai kesungguhan, mengguliri masa-masa takkan berlalu. Menghentak rintihan bambu menyanyikan penuh syahdu.

II
Nafas-nafas bukan pengulangan, namun membumbung ke puncak nun jauh. Pada batas-batas bayangan takkan mampu terbangkan ruh.

Tiada ingin kulepas, sebab selalu menggayuhi kalbu, mendamba hari-hari seranum rekahan gugusan fajar.

Diriku rasakan getaran rahasia, entah kecupanmu belum mensukma, penasaran datangnya mentari nyalang.

Suara-suara bergemuruh di telingamu ialah seruling naluri bathinku terus kau abaikan, tapi tiada sanggup mengelaknya.

Di mana pertahananmu menguat, di sanalah keletihan melemas, lalu tubuhmu rebahan sepagi rerumputan.

Basah lamur percantik gemulai dimanja, disayang tetesan embun lentikan jemari dedaunan bambu.

Rindumu terawat matang perpisahan, menanti elusan bayu tipis menghampiri keningmu melekat dikecupan.

Menikmati hamparan angan lelap sebentar, kala tersadar, kau melupakan perpisahan barusan.

Demikian tafsiranku kali ini atas sajaknya Ajip Rosidi. Dari buku “Terkenang Topeng Cirebon,” dipengantari Prof. Dr. A. Teeuw, diterbitkan Pustaka Jaya, 1993.
***

Ajip Rosidi lahir di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat 31-1-1938. Menulis karya kreatif berbahasa Indonesia, telaah, komentar sastera, bahasa dan budaya, berupa artikel, buku, makalah di pertemuan regional, nasional, internasional. Melacak jejak pun tonggak alur sejarah sastra Indonesia serta Sunda, berpandangan sosial politik di majalah, ceramah. Menulis biografi seniman pula tokoh politik. Mengumumkan karya sastera 1952, di Mimbar Indonesia, Gelanggang / Siasat, Indonesia, Zenith, Kisah, dll. Menurut penelitian Dr. Ulrich Kratz (1988), sampai 1983 Ajip pengarang sajak dan cerita pendek produktif (326 judul di 22 majalah). Bukunya pertama “Tahun-tahun Kematian” terbit diusia 17, diikuti kumpulan sajak, cerpen, roman, drama, esai, kritik &ll. Karyanya diterjemahkan bahasa asing, bunga rampai atau buku, a.l. Belanda, Cina, Inggris, Jepang, Perands, Kroatia, Rusia, dll. Ketika SMP redaktur Suluh Peladjar (1953-1955). Pemimpin redaksi Prosa (1955), Majalah Sunda (1965-1967), Budaja Djaja, (1968-1979). Mendirikan-memimpin Proyek Penelitian Pantun dan Folklor Sunda (PPP-FS) dipublikasikan (1970-1973). Bersama kawannya mendirikan penerbit Kiwari (1962), Tjupumanik (1964), Duta Rakyat (1965), Pustaka Jaya (1971), Girimukti Pasaka (1980), Kiblat Buku Utama (2000). Ketua IKAPI dua kali kongres (1973-1979). Anggota DKJ awal (1968), Ketua DKJ (1972-1981). Anggota BMKN 1954. Anggota LBSS (1956-1958), anggota Dewan Pembina (1993), mengundurkan diri (1996). Pendiri & Ketua PP-SS pertama (1968-1975), pendiri dan Ketua Dewan Pendiri Yayasan PP-SS (1996). Pendiri Yayasan PDS H.B. Jassin (1977). Sejak 1981 diangkat guru besar tamu di Osaka Gaikokugo Daigaku, mengajar di Kyoto Sangyo Daigaku (1982-1996), Tenri Daignku (1982-1994), aktif perhatikan kehidupan sastera-budaya, sosial-politik tanah air. Dari 1989 memberikan Hadiah Sastera Rancagé tiap tahun, dilanjutkan Yayasan Kebudayaan Rancage didirikan. Pensiun menetap di desa Pabelan, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Mengelola beberapa lembaga, Yayasan Kebudayaan Rancagé juga Pusat Studi Sunda. {dinukil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Ajip_Rosidi}

Tidak ada komentar:

(1813-1883) Abdul Hadi W.M. Adelbert von Chamisso (1781-1838) Affandi Koesoema (1907–1990) Agama Para Bajingan Ajip Rosidi Akhmad Taufiq Albert Camus Alexander Sergeyevich Pushkin (1799–1837) Amy Lowell (1874-1925) Andong Buku #3 André Chénier (1762-1794) Andy Warhol Antologi Puisi Tunggal Sarang Ruh Anton Bruckner (1824 –1896) Apa & Siapa Penyair Indonesia Arthur Rimbaud (1854-1891) Arthur Schopenhauer (1788-1860) Arti Bumi Intaran Bahasa Bakat Balada-balada Takdir Terlalu Dini Bangsa Basoeki Abdullah (1915 -1993) Batas Pasir Nadi Beethoven Ben Okri Bentara Budaya Yogyakarta Berita Biografi Nurel Javissyarqi Budaya Buku Stensilan Bung Tomo Candi Prambanan Cantik Chairil Anwar Charles Baudelaire (1821-1867) Cover Buku Dami N. Toda Dante Alighieri (1265-1321) Dante Gabriel Rossetti (1828-1882) Denanyar Jombang Dendam Desa Dwi Pranoto Edisi Revolusi dalam Kritik Sastra Eka Budianta Emily Dickinson (1830-1886) Esai Esai-esai Pelopor Pemberontakan Sejarah Kesusastraan Indonesia Feminisme Filsafat Forum Kajian Kebudayaan Hindis Yogyakarta Foto Lawas François Villon (1430-1480) Franz Schubert (1797-1828) Frederick Delius (1862-1934) Friedrich Nietzsche (1844-1900) Friedrich Schiller (1759-1805) G. J. Resink (1911-1997) Gabriela Mistral (1889-1957) Goethe Hallaj Hantu Hazrat Inayat Khan Henri de Régnier (1864-1936) Henry Lawson (1867-1922) Hermann Hesse Ichsa Chusnul Chotimah Identitas Iftitahur Rohmah Ignas Kleden Igor Stravinsky (1882-1971) Ilustrator Cover Sony Prasetyotomo Indonesia Ingatan Iqbal Ismiyati Mukarromah Javissyarqi Muhammada Johannes Brahms (1833-1897) John Keats (1795-1821) José de Espronceda (1808-1842) Joseph Maurice Ravel (1875 - 1937) Jostein Gaarder Kadipaten Kulon 49 c Kajian Budaya Semi Karya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kata-kata Mutiara Kausalitas Kedutaan Perancis Kegagalan Kegelisahan Kekuasaan Kemenyan Ken Angrok Kenyataan Kesadaran KH. M. Najib Muhammad Khalil Gibran (1883-1931) Kitab Para Malaikat Kitab Para Malaikat (Book of the Angels) Komunitas Deo Gratias Konsep Korupsi Kritik Sastra Kulya dalam Relung Filsafat Kumpulan Cahaya Rasa Ardhana Lintang Sastra Ludwig Tieck Luís Vaz de Camões Lupa Magetan Makna Maman S. Mahayana Marco Polo (1254-1324) Masa Depan Matahari Max Dauthendey (1867-1918) Media: Crayon on Paper MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri Michelangelo (1475-1564) Mimpi Minamoto Yorimasa (1106-1180) Mistik Mitos Modest Petrovich Mussorgsky (1839-1881) Mohammad Yamin Mojokerto Mozart Natural Nurel Javissyarqi Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pahlawan Pangeran Diponegoro Panggung Paul Valéry (1871-1945) PDS H.B. Jassin Pelantikan Soekarno sebagai Presiden R.I.S (17 Desember 1949) Pembangunan Pemberontak Pendapat Pengangguran Pengarang Penjajakan Penjarahan Penyair Penyair Tak Dikenal Peperangan Perang Percy Bysshe Shelley (1792–1822) Perkalian Pierre de Ronsard (1524-1585) PKI Plagiator Post-modern Potret Sang Pengelana (Nurel Javissyarqi) Presiden Penyair Proses Kreatif Puisi Puitik Pujangga PUstaka puJAngga R. Ng. Ronggowarsito (1802-1873) Rabindranath Tagore Rainer Maria Rilke (1875-1926) Realitas Reuni Alumni 1991/1992 Mts Putra-Putri Simo Revolusi Revormasi Richard Strauss (1864-1949) Richard Wagner (1813-1883) Rimsky-Korsakov (1844-1908) Rindu Robert Desnos (1900-1945) Rosalía de Castro (1837-1885) Ruang Rumi Sajak Sakral Santa Teresa (1515-1582) Sapu Jagad Sara Teasdale (1884-1933) Sastra SastraNESIA Sayap-sayap Sembrani Segenggam Debu di Langit Sejarah Self Portrait Self Portrait Nurel Javissyarqi by Wawan Pinhole Seni Serikat Petani Lampung Shadra Sihar Ramses Simatupang Sumpah Pemuda Sungai Surabaya Suryanto Sastroatmodjo Sutardji Calzoum Bachri tas Sastra Mangkubumen (KSM) Taufiq Wr. Hidayat Telaga Sarangan Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Thales Trilogi Kesadaran Tubuh Ujaran-ujaran Hidup Sang Pujangga Universitas Jember Waktu Walter Savage Landor (1775-1864) Wawan Pinhole William Blake (1757-1827) William Butler Yeats (1865-1939) Wislawa Szymborska Yasunari Kawabata (1899-1972) Yayasan Hari Puisi Indonesia 2017 Yogyakarta Yuja Wang Yukio Mishima (1925-1970) Zadie Smith (25 Oktober 1975 - )